Article

34 Negara ikuti International Tourism Research Webinar STP Trisakti...


Dalam upaya menindaklanjuti “Kerjasama Internasional”, antara Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) dengan James Cook University Australia, khususnya bidang Penelitian dan Karya Ilmiah Pariwisata, pada Jumat 19 Juni 2020, STP Trisakti menggelar TALKSHOW Secara Online dengan fitur WEBINAR, dan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan arah baru dalam penelitian di bidang pariwisata.

Talkshow Webiner STP Trisakti tersebut diikuti oleh 1.200 peserta dari 34 Negara dan region di Asia, Australasia, Oceania, Afrika, Europa, dan Amerika melalui Zoom dan YouTube live, serta Dibuka oleh Dr. Djanadi Bimo Prakoso PSC., MPA., MSc selaku Ketua Badan Pengurus Yayasan Trisakti, disusul dengan presentasi singkat oleh Dr Alf Kuilboer, Academic Head Management, Governance & Tourism James Cook University Australia dan Dr Myrza Rahmanita, SE, MSc, Kepala Departemen Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Sementara penutupan Webinar dilakukan oleh Mrs Fetty Asmaniati, SE, MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Hadir sebagai Pembicara Webinar diantaranya Professor Philip L. Pearce (James Cook University Australia), Hera Oktadiana, Ph.D, CHE (James Cook University Australia dan Trisakti School of Tourism Indonesia), Dr. Walanchalee Wattanacharoensil (Mahidol University International College Thailand), dan Denis Tolkach, Ph.D (James Cook University Cairns Campus Australia) dan dimoderatori oleh Rina Suprina,M.Hum., M.Si.Par sebagai Kepala P3M STP Trisakti.

Presentasi dari keempat pembicara menekankan kepada mitos-mitos terkait penelitian dan publikasi melalui cerita dan pengalaman para pembicara dalam melakukan penelitian dan publikasi di jurnal pariwisata internasional bereputasi. Mitos-mitos tersebut mencakup Penelitian yang bagus tidak harus memerlukan banyak dana (Good research does not need to have a lot of money), banyak metode-metode penelitian baru yang dapat diterapkan untuk penelitian mengenai wisatawan dan pariwisata (There are many new methods to study tourists and tourism).

Penelitian yang mendalam tidak harus terpaku kepada penggunaan statistik yang canggih. Analisa terhadap apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang lain juga sangat bermanfaat. (Insightful research does not have to rely on sophisticated statistics. Analyzing what people really say and do is very useful), Penting untuk membangun kerjasama dan kolaborasi dengan para peneliti/akademisi serta pelaku industri dari berbagai negara dan wilayah (Building partnership amongst researchers across countries and with industry is a way forward).

Tidak ada jalan pintas untuk melakukan penelitian dan publikasi – setiap orang harus bekerja keras. (There are no shortcuts for good research and publishing – everyone has to work hard), Jangan terperangkap dengan ide-ide yang sudah lama dan umum. Carilah ide-ide yang inovatif dan kreatif (Dont be trapped by old and common ideas look for innovation and use creativity).Tulis sesuatu yang bermanfaat, mengacu kepada “So What Question”, yaitu sesuatu yang baru atau novelty, original dan berguna bagi orang lain (Be useful to your comments. Pay attention to the “So What Question” – novelty, originality and significance to others). (Public Relation STPT)


Author: admin-oke

Leave a Reply