Article

Sharing:

Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru


Rabu, 19 Juni 2019 , Dalam Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru di Surabaya, pembicara dari Widyaiswara Madya Kemenpar Abdul Kohar Rifai SE MM menyoroti pentingnya guru menguasai dunia kepariwisataan. Sebab profesi guru tak sekadar pengajar di sekolah tetapi juga memiliki peran penting di masyarakat.

“Seorang guru harus paham dunia kepariwisataan karena bagaimana bisa mentransformasikannya kepada siswa kalau tidak memahami pariwisata. Paling tidak guru harus mengerti apa itu produk pariwisata dan destinasi pariwisata.”

Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Ira Mayasari, kemajuan dunia pariwisata Indonesia ke depan akan ditentukan oleh generasi milenial. Karena itu penting bagi guru untuk memahami dunia kepariwisataan karena gurulah yang langsung menangani generasi milenial yang merupakan siswa-siswi mereka.

“Penting bagi kita menyiapkan SDM untuk menghadapi tourism 4.0, apa-apa saja yang harus disiapkan, kendala-kendalanya dan tantangan ke depannya. Di sinilah peran guru sangat dibutuhkan, karena ditangan mereka lah yang membentuk SDM kita di masa depan.”

Seiring dengan perkembangan zaman dan revolusi industri 4.0, konektivitas dan interaksi sudah tidak bisa dibatasi. Era digitalisasi, informasi dan komunikasi juga kini semakin berkembang pesat. Maka dari itu SDM yang memiliki kemampuan dan cepat menyesuaikan teknologi sangat dibutuhkan. “Karena generasi milenial tumbuh di era yang teknologi digital berkembang sangat pesat, maka guru pun  harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mengarahkan siswa ke hal yang positif.”

Diera digitalisasi mendorong pelaku industri pariwisata membangun spot-spot foto yang menarik untuk ditampilkan dalam media sosial seperti FB dan instagram. “Sekarang banyak spot-spot foto di obyek wisata yang instagramble.”

Prilaku wisatawan yang kini lebih mandiri dengan memanfaatkan informasi yang lebih lengkap dari internet. “Nah perkembangan yang sangat pesat ini dibutuhkan SDM yang mumpuni. Guru lah yang menjadi tumpuan dasar bagi SDM generasi mendatang.”

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan pelatihan yang digelar pada Rabu, (19/6) di Harris Hotel & Convention Gubeng, Surabaya, ini sangat strategis. Terutama untuk menyatukan pemahaman tentang pariwisata yang baik dan benar.

“Oleh karena itu, kita bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur, juga dengan Dinas Pendidikan Jatim. Ini bentuk sinergitas di lapangan. Karena kalau bicara pariwisata, sangat panjang, lebar, dan melibatkan banyak hal.”

Adapun pelibatan guru dalam pariwisata menurutnya untuk memberi pemahaman utuh kepada siswanya, khususnya mengenai pariwisata. “Kita sampaikan jika pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan di masa depan. Sektor yang bisa merangkul siapa saja dan sektor mana saja. Namun, kita ingin ada persepsi yang sama soal pariwisata. Dan guru bisa menjadi penyambung informasi itu.”

Menteri Pariwisata juga memberikan apresiasi atas keterlibatan para guru. Sebab, informasi yang mereka terima bisa langsung disampaikan ke para siswa.

“Sampaikan jika pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata adalah core economy yang akan menjadi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Kita membutuhkan SDM-SDM andal untuk menanganinya. Dan kita membutuhkan guru untuk memberikan informasi itu,” ungkap beliau. (*FA)


Author: admin-oke

(Visited 73 times, 1 visits today)