Article

STP Trisakti Dorong Mahasiswa Berbisnis lewat Program Inkubasi ...


Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti mendorong mahasiswanya mengembangkan bisnis setelah lulus, tak sekadar menjadi pekerja. Karena itu, kampus menyediakan beragam program inkubasi untuk mahasiswa agar bisa praktik kerja secara langsung.

Salah satu program inkubasi bisnis yang cukup berhasil adalah In.cube Artisan Coffee House yang dikembangkan dosen STP Trisakti, Michael Khrisna Aditya. Tempat itu menjadi praktik bisnis bidang minuman kopi.

“In.cube ini kami buat selayaknya bisnis. Struktur organisasi sama dengan perusahaan, ada manajer, supervisor dan operator. Semua dikelola mahasiswa,” kata Khrisna dalam webinar bertajuk “Ngobrol Asik Sambil Ngulik Kopi” di Jakarta, Sabtu (13/6/20).

Pembicara lain dalam webinar itu dosen STP Trisakti yang juga Expert Restaurant Service, World Skill Indonesia dan Assesor Barista Indonesia, Robiatul Adawiyah serta alumni STP Trisakti yang juga Sales Area Manager and Alternative Trade Channel PT Frisian Flag Indonesia, Fararine Margareta.

Pilihan usaha pada kedai kopi itu, menurut Khrisna, karena memiliki potensi peluang bisnis yang cukup baik. Apalagi saat ini hampir di setiap gang, ada kedai kopi. “Minum kopi pahit atau kopi susu sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak lama. Karena itu, tak heran jika kedai kopi bisa tumbuh cepat,” ujarnya.

Pengelolaan kedai kopi diserahkan ke mahasiswa, lanjut Khrisna, dengan harapan mahasiswa yang terlibat di dalamnya bisa belajar langsung. Setiap 6 bulan dilakukan perekrutan baru. Proses penerimaan dilakukan seperti pada penerimaan pegawai baru di perusahaan.

“Mereka harus melakukan rapat untuk pembuatan target perusahaan, strategi marketing, membuat laporan keuangan hingga menu-menu baru yang akan dirilis. Mereka harus merasakan bagaimana perjuangan mengembangkan bisnis. Jadi bisa direalisasikan setelah lulus,” ujarnya.

Mahasiswa yang serius mendalami bisnis, lanjut Khrisna, akan diberi arahan bagaimana mengembangkan bisnis yang mudah dan kreatif. Ada sejumlah aplikasi di internet yang bisa dipakai mahasiswa untuk merealisasikan bisnis impiannya.

“Sebelum mulai terjun ke bisnis, kami beri arahan bagaimana secara sederhana. Setelah itu coba realisasikan. Karena ide itu tidak akan kemana-mana, jika tak dijalankan. Banyak aplikasi tersedia di internet bagi siapa saja yang ingin berbisnis,” katanya.

Khrisna mengaku senang karena In.cube mendapat apresiasi dari mahasiswa. Proses rekrutmen yang digelar setiap semester selalu kebanjiran peminat. “Kami adakan tes penerimaan. Karena ini bisnis yang riil, kami pilih orang yang mau kerja keras dan serius,” ujarnya.

Sementara itu dosen STP Trisakti yang juga Assesor Barista Indonesia, Robiatul Adawiyah mengatakan profesi barista saat ini menjadi profesi yang paling banyak dicari. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Barista yang dimaksud disini adalah orang yang bisa mengoperasikan mesin pembuat kopi. Profesi ini sangat dibutuhkan tak hanya dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” katanya.

Alumni STP Trisakti, Fararine Margaretta mengatakan pemilihan bahan baku juga perlu mendapatkan perhatian bagi pemilik usaha kedai kopi.

Wakil Ketua III STP Trisakti, Ismeth Osman berharap webinar dapat menambah wawasan kaum milenial terkait dunia kopi dan profesi barista.

“Ke depan, kami akan selalu berbagi ilmu dan keterampilan kepada masyarakat melalui webinar semacam ini,” kata Ismeth dalam sambutan pembukaan webinar. (FA)


Author: admin-oke

Leave a Reply