IndonesianEnglishThaiChinese (Simplified)KoreanJapaneseFrenchGerman

Article

Sharing:
  • 62
    Shares

Paduan Suara Gema Swara Pesona


Tiga tahun berturut-turut menjadi juara dalam kompetisi paduan suara internasional di tiga negara di Eropa, membuat nama Gema Suara Pesona (GSP) disegani.  Bahkan karena itu juga, tim paduan suara dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti jakarta ini mendapat undangan khusus untuk berkompetisi di Barcelona, Spanyol.

Agie Pradipta, Head of Student Affairs Division STP Trisakti mengatakan, event di Barcelona kali luar biasa bagi GSP.  Sebab tidak semua tim juara paduan suara internasional mendapat undangan untuk mengikuti ajang berkompetisinya best of the best-nya juara paduan suara internasional yakni di 8th International Choir Festival and Competition “Canco Mediterrania” Barcelona, LIoret De Mar International Pau Casals Choir Competition.

“Syarat ikut kompetisi ini, harus pernah menjuarai kompetisi paduan suara di Eropa, jadi ini best of the best-nya,” ungkap Agie di Jakarta, Jumat,  7 September 2018.

Gema Suara Pesona sendiri bukan nama baru dalam kancah ajang kompetisi paduan suara internasional.  GSP telah wara-wiri di kompetisi paduan suara Eropa sejak 2015 lalu, dan tak pernah pulang dengan tangan kosong.

Pada 2015, GSP berhasil menyabet emas di kategori floklore, dan medali perak di kategori lagu klasik. Kemudian di 2016, GSP juga mendapat Gold di kompetisi paduan suara lainnya di Budapest, Hungaria.

Kali ini tak tanggung-tanggung, GSP berhasil meraih emas untuk kategori folklore, dan grand prix untuk kategori lagu klasik.  “Itu semacam dapat juara umum, kemudian 2017 kami tanding di Rimini, Italia, dan berhasil dapat silver,” sebutnya.

Dari deretan prestasi di Eropa itulah kemudian undangan untuk berkompetisi di Barcelona itu datang pada 2017 lalu.  “Maka setelah itu kami diundang ke Barcelona untuk tanding di 2018, GSP satu-satunya wakil dari Asia, dari 22 peserta yang akan bertanding,” terang Dia.

“Semua bernyanyi acapella, tanpa iringan alat musik,” kata Agie.

Joshua Richard, salah satu pengurus GSP mengatakan, dalam kompetisi di Barcelona kali ini, GSP akan membawakan tiga lagu.  Yakni Piso Surit dari Sumatera Utara, Luk Luk Lumbu dari Banyuwangi, dan Yamko Rambe Yamko dari Papua.

“Yamko Rambe Yamko pernah kami bawakan sebelumnya, tapi kali ini akan kami bawakan dengan aransemen yang berbeda,” terang Dia.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GSP, Puspita Mentari mengatakan bahwa timnya akan berangkat ke Barcelona besok, Sabtu, 8 September 2018.  Ada 30 personel yang terdiri dari 28 penyanyi, terbagi dalam empat tim suara yakni sopran, alto, bass dan tenor, lainnya adalah pelatih.

“Kami akan berada di sana mulai 8-26 September 2018, kompetisi akan berlangsung di 12 September, pengumumannya tanggal 15 September,” terangnya.

Menurut Puspita, GSP sengaja memilih dua kategori Folklore dan lagu klasik setiap kali bertanding.  Karena ternyata,  lagu-lagu daerah dari Indonesia, biasanya sangat dinanti-nantikan oleh juri dan masyarakat Eropa.

“Lagu-lagu daerah kita ini menarik, dinanti dan disukai,” ungkap Puspita.

Sedangkan lagu klasik, kata Puspita, memberikan tantangan lebih kepada GSP.  Terlebih lagi ketika harus menyanyikan lagu klasik di negara aslinya.

“Mereka punya standar tinggi,  memacu kita untuk belajar lebih, karena yang dinilai bukan sekadar suara bagus, tapi pelafalan, intonasi, notasi, komplit!  Tentu saja ini tantangan menarik, karena kita harus mengalahkan peserta-peserta dari Eropa, yang mana mereka sehari-hari mendengar dan menyanyikan lagu klasik ini,” tutupnya.


Citra Larasati | News Metro TV

Author: admin-oke

Leave a Reply

50 − = 40

(Visited 57 times, 1 visits today)