IndonesianEnglishThaiChinese (Simplified)KoreanJapaneseFrenchGerman

Article

Sharing:

PESERTA ICC-MAB, UNESCO MENGIKUTI FIELD TRIP KE KAWASAN TAMAN NASIONAL SEMBILANG DAN MENGUNJUNGI DESA SUNGSANG IV, SUMATERA SELATAN

Peserta Sidang The Man and Biosphere International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO ke-30 yang diselenggarakan pada tanggal 23-28 Juli 2018 diakhiri dengan kegiatan field trip ke kawasan Taman Nasional Sembilang, kemudian mengunjungi Desa Sungsang IV, Sumatera Selatan. Taman Nasional Berbak Sembilang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar Biosfer baru, sehingga menambah jumlah dari sebelumnya 11 cagar biosfer yang telah ada di Indonesia. Dan juga menambah cagar biosfer yang ada di dunia dimana saat ini sudah terdapat 669 cagar biosfer yang tersebar di 120 negara di dunia

Pada kesempatan ini peserta diajak untuk melihat Kawasan Sembilang yang berada di daerah pesisir pantai semenanjung Banyuasin, lokasi ini merupakan tempat alami bagi tumbuhnya tumbuhan khas hutan mangrove, serta habitat berbagai jenis satwa seperti harimau sumatera, buaya muara dan berbagai jenis burung terutama burung migran yang berasal dari Siberia, meski melihat hanya dari atas kapal yang mereka naiki,parapesertaterlihatsangatantusias.
Kepala Desa serta masyarakat desa Sungsang IV melakukan penyambutan kepada para peserta field trip kemudian mahasiswa STP Trisakti, Andreas Budi dan Humas STP Trisakti, Triana Dewi membantu menjadi Guide bagi para peserta Field Trip saat menyusuri kampung nelayan Desa Sungsang IV, semua ini dilakukan masyarakat secara spontanitas dan atas inisiatif mereka terhadap peserta yang hadir dan berkunjung di desa mereka.
Field trip diikuti oleh para peserta yang berasal dari 124 negara berjumlah sekitar 190 orang. Rangkaian kegiatan meliputi trip ke kawasan dengan menggunakan kapal jetfoil serta kunjungan ke desa Sungsang Kabupaten Banyuasin untuk melihat local community disana. Peserta mengunjungi dermaga desa sungsang untuk melihat tarian tradisional burung migran dan musik tradisional sambil menikmati minuman segar yang terbuat dari kelapa muda, jeruk kunci dan selasih. Minuman ini dibuat oleh tim STP Trisakti. Peserta selanjutnya diajak melihat produk unggulan yang dibuat oleh kelompok wanita nelayan dan mereka sangat antusias mencoba dan membeli produk binaan dari Yayasan Belantara dan STP Trisakti.
Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, Ketua Komite Nasional MAB UNESCO, menyambut baik atas hasil produksi produk unggulan desa Sungsang yang dinilainya sudah baik, tinggal didaftarkan izin industrinya. Beliau berharap kedepannya seluruh Taman Nasional dapat memiliki produk unggulan yang menarik seperti yang dilakukan oleh Desa Sungsang IV.
Tujuan diadakannya Field Trip ini acara ICC-MAB agar nanti mereka dapat bercerita tentang Taman Nasional Berbak Sembilang ini sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Indonesia.

Novita.WS,M.Si.Par

Author: malik

(Visited 25 times, 1 visits today)