IndonesianEnglishThaiChinese (Simplified)KoreanJapaneseFrenchGerman

Article

Sharing:
  • 1
    Share

Karya Emas untuk Pariwisata Indonesia


Pada 2 Juni lalu, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) genap berusia 50 tahun, dimana saat didirikan pada 2 Juni 1969, dengan nama Akademi Pariwisata Trisakti tersebut berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dan setelah mampu meraih prestasi tingkat nasional, kini seluruh Civitas STP Trisakti terus bekerja keras dalam meraih sertifikasi internasional, dari Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa UNWTO, serta tengah berupaya merubah status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, hal tersebut diungkapkan Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE, MM, dalam acara Sidang Terbuka Senat Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dengan acara tunggal Dies Natalis ke 50 Lustum X. di Auditorium STP Trisakti Jakarta.

Sesuai dengan visi dan misi STP Trisakti  berupaya  untuk bisa menjadikan pusat unggulan Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitality, yang memiliki daya saing Global, sehingga untuk mencapai misi tersebut, diciptakan sistem tata Pamong yang mengedepankan nilai-nilai budaya, organisasi yang unggul dan moralitas dalam perwujutan Good University Governance, yang mencakup 5 pilar, yaitu Kredibilitas, Transparan, Akuntabilitas, Tanggung jawab dan keadilan, sesuai dengan nilai-nilai ajaran Trisakti, meliputi keberagaman, integritas, profesional dan budaya unggul, Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya akreditasi yang diperoleh dari program studi yang ada di STP Trisakti, yaitu untuk Program Perhotelan D1, D3, Sarjana Terapan serta Usaha Perjalanan Wisata dan untuk Program Akademik S1 dan S2,
paparnya.

Untuk Mahasiswa, kalau sebelumnya berasal dari 26 Provinsi, namun saat ini asal mahasiswa berasal dari 29 Provinsi untuk menimba ilmu pariwisata di STP Trisakti, demikian juga mahasiswa dari luar negeri berasal dari 19 Negara, berbagai penghargaan nasional maupun internasional juga diraih STP Trisakti, maupun Mahasiswa berprestasi STP Trisakti, demikian juga Ikatan alumni telah terbentuk kepengurusannya di 11 Dewan Pimpinan Cabang di kota besar di Indonesia serta 2 kepengurusan di Luar negeri. Dosen STP Trisakti yang telah meraih sertifikasi dosen mencapai 60%, dan STP Trisakti juga telah menghasilkan professor bidang pariwisata dan tantangan kedepan diharapkan STP Trisakti mampu menghasilkan banyak Guru Besar, papar Fetty Asmaniati, SE, MM.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Bp. Harry Tjan Silalahi, SH juga menyampaikan rasa syukur hingga hari ini STP Trisakti genap berusia 50 tahun, Yayasan Trisakti juga mengucapkan terimakasih pada para Pendiri STP Trisakti, yang sebelumnya Akademi Pariwisata Trisakti, ini bagai kekuatan yang tersembunyi bagi bangsa Indonesia, dimana kita telah mendidik para Pemuda Indonesia dibidang Pariwisata, dimana saat ini Pariwisata telah menjadi kontribusi terbesar dalam pembangunan Ekonomi masyarakat Indonesia, bahkan berkontribusi dalam Pendapatan Negara.

Dr Djanadi Bimo Prakoso, selaku Ketua Yayasan Trisakti bersyukur atas banyaknya prestasi dosen maupun mahasiswa STP Trisakti, ditingkat Nasional maupun Internasional, disini banyak alumni mampu berkarir berkelas dunia, ini membuktikan bahwa STP Trisakti merupakan pilihan untuk mendidik anak-anak bidang Pariwisata dan Perhotelan, ungkapnya.

Ketua LL Dikti, Dr. Ir. Illah Sailah, MS,  juga mendorong STP Trisakti untuk dapat menambah prodi serta merubah dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, saat ini butuh lompatan-lompatan karena dunia telah berubah, kita tidak boleh berbasis output, tetapi harus berbasis outcome, kita harus melihat kedepan apakah mahasiswa kita mampu bermain di negari sendiri, untuk itu kemampuan soft skill harus lebih dominan kemampuan hard skillnya, karena dalam penerimaan karyawan baru perusahaan juga mengutamakan karakternya, bahkan ada yang telah menghapuskan persyaratan IPK-nya untuk masuk ke perusahaan, untuk itu STP Trisakti harus melakukan rangsangan imajinasi pada mahasiswa, sehingga tumbuh inovasi dan kreativitas baru, bidang pariwisata yang melibatkan teknologi didalamnya.

STP Trisakti harus menjadi institute sehingga nanti bisa menghasilkan lulusan yang kompeten serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, apalagi saat ini transaksi pariwisata juga telah memanfaatkan teknologi ITE, sehingga profesi kepariwisataan pada 5 tahun mendatang akan berubah.

LL Dikti juga bangga saat ini STP Trisakti telah banyak membangun kerjasama dengan user dan steak holders, hari ini banyak hadir dari industri pariwisata dalam dan luar negeri, dan kami juga bangga Trisakti telah banyak membangun kerjasama dengan insan media, baik di STP Trisakti, ITL Trisakti dan sekolah tinggi lain dibawah Yayasan Trisakti, karena peta healege itu Akademisian, Bisnismen, Governance, Media dan Komunitas, 5 unsur itu harus dilibatkan dalam membangun Indonesia.

Dalam rangkaian ceremonial acara juga ada penandatanganan MOU dengan berbagai instansi antara lain meliputi:

  1. Kuningan Jawa Barat
  2. Mentawai
  3. Tangerang Selatan
  4. Kelurahan Bintaro
  5. Universitas Gajah Mada
  6. Martha Tilaar
  7. Coorporate Room Deal

(*FA).


Author: admin-oke

(Visited 265 times, 1 visits today)