IndonesianEnglishThaiChinese (Simplified)KoreanJapaneseFrenchGerman

Article

Sharing:
  • 21
    Shares

Peningkatan Keterampilan Masyarakat Nelayan melalui Pelatihan Pengolahan Produk Unggulan Hasil Perikanan Di Dusun Sei Sembilang dan Di Desa Sungsang IV, Banyuasin II, Sumatera Selatan


Masyarakat pesisir merupakan suatu komunitas yang hidup di wilayah pesisir dan menggantungkan hidupnya dengan sumberdaya alam pesisir. Masyarakat pesisir termasuk masyarakat yang masih terbelakang dan berada dalam posisi marginal. Masyarakat pesisir mempunyai cara berbeda dalam aspek pengetahuan, kepercayaan, peranan sosial, dan struktur sosialnya. Sementara itu, dibalik kemarginalannya, masyarakat pesisir tidak mempunyai banyak cara dalam mengatasi masalah yang hadir. Masalah kompleks yang dihadapi masyarakat pesisir adalah kemiskinan, keterbatasan pengetahuan untuk pengelolaan sumberdaya dan teknologi, serta peran aktif antara pihak luar dengan masyarakat pesisir sehingga dapat menghidupkan kualitas dan keterampilan masyarakat pesisir tanpa melunturkan karakter budayanya.

Masyarakat pesisir memerlukan bentuk kegiatan nyata yang dapat membangun ekonomi mereka tanpa menghilangkan kultur dan karakteristik dari masyarakat pesisir tersebut. Maka diperlukan suatu bentuk kegiatan yang berbasis masyarakat. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ketrampilan penanganan dan pengolahan hasil-hasil tangkapan nelayan yang memanfaatkan potensi sumberdaya hasil laut. Pemanfaatan potensi sumberdaya hasil perikanan khususnya hasil laut belum banyak termanfaatkan secara optimal di masyarakat. Belum maksimalnya pemanfaatan potensi sumberdaya alam tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya informasi dan pengetahuan masyarakat dalam teknik pengolah hasilhasil perikanan tersebut. Hal tersebut menyebabkan perkembangan perekonomian masyarakat pesisir pertumbuhannya sangat lambat. Sangat ironis jika melihat keadaan alam Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya laut yang melimpah.

Dalam rangka peningkatan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti sekaligus melakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat kali ini mengirimkan  3 Dosen, 2 Staff P3M serta 4 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti ke Desa Sungsang IV, Banyuasin II, Sumatera Selatan. Program ini ini merupakan hasil pelaksanaan kegiatan Hibah dari Yayasan Belantara kepada masyarakat pesisir yang terdiri atas nelayan dan ibu-ibu/isteri nelayan di Dusun Sei Sembilang dan Desa Sungsang IV, Banyuasin II, Sumatera Selatan.

Pada kegiatan peningkatan ketrampilan ini masyarakat secara langsung diberikan pelatihan dengan metode praktek langsung mengenai pengolahan produk unggulan berbasis ikan. Banyak produk olahan ikan  yang telah sering dibuat oleh masyarakat dikedua tempat tersebut, namun masih dibuat ala kadarnya. Masyarakat terlihat sangat yang aktif dalam kegiatan ini, untuk mempermudah pelatihan tersebut para ibu-ibu dibagi menjadi 5 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang ibu-ibu/isteri nelayan. Ke 5(lima) kelompok tersebut merupakan kelompok yang dibentuk untuk dilatih membuat produk unggulan berbahan dasar perikanan dengan pengolahan yang benar serta hygienis.

Adapun produk yang dibuat selama pelatihan tersebut adalah Abon Ikan Sembilang, Pastel Kering isi Abon Ikan (PasKer), Kerupuk Ikan, Terasi Udang, dan Coconut Chips atau Manisan Kelapa. Pelatihan pembuatan produk unggulan khas desa Sungsang ini berlangsung sejak tanggal 20 – 28 July 2018. Diharapkan kedepannya Desa Sungsang IV dapat menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui hasil penjualan produk unggulan dari hasil pelatihan tersebut.

Penulis : Novita W.S, M.Si.Par


Author: admin-oke

(Visited 59 times, 1 visits today)