IndonesianEnglishThaiChinese (Simplified)KoreanJapaneseFrenchGerman

Article

Sharing:
  • 27
    Shares

The 3rd Annual Assembly of China - ASEAN Tourism Education Alliance


Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti semakin menunjukkan kelasnya sebagai lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas global. Pasalnya, kemarin (20/6) kampus yang berlokasi di Jl. IKPN Bintaro No.1 Bintaro, Jaksel itu dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan Forum Internasional dan Pertemuan Tahunan Aliansi Pendidikan Pariwisata ASEAN-China (CATEA) yang digelar pada tanggal 19-22 Juni 2019 yang dilangsungkan di ruang Auditorium STP Trisakti.

Pertemuan Tahunan dan Forum Internasional CATEA ketiga yang diselenggarakan bersama dengan mitra STP Trisakti, Guilin Tourism University, Tiongkok ini dihadiri oleh 37 peserta dari mancanegara, antara lain Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Kamboja. Terdapat pula 50 orang perwakilan dari Indonesia.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Fetty Asmaniati, menyambut gembira kepercayaan yang diraih lembaga yang dipimpinnya itu.

Tahun ini, peluang-peluang besar datang ke Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersamaan dengan peringatan ulang tahun emas Sekolah Pariwisata Trisakti Indonesia. Kami dengan senang hati menjadi tuan rumah pertemuan tahunan aliansi pendidikan pariwisata Asean – China dan forum internasional tentang pendidikan pariwisata Asean China 2019 dengan mitra kami Universitas Pariwisata Guilin, Cina, jelas Fetty dalam sambutannya kemarin (20/6).

Fetty menerangkan, acara CATEA yang turut dihadiri antara lain oleh Duta Besar RRT untuk Indonesia Huang Xilian dan Duta Besar Indonesia untuk RRT Djauhari Oratmangun itu sangat strategis. Pasalnya, acara ini potensial untuk mengembangkan kerjasama antara negara-negara ASEAN dengan China dalam bidang pendidikan pariwisata dan perhotelan.

Saya optimis acara ini dapat melahirkan gagasan baru dan dapat mengembangkan inovasi baru dan secara inovatif memenuhi tuntutan pengembangan ilmiah serta menjaga kolaborasi yang baik dan menjaga hubungan yang harmonis antara masing-masing lembaga, tegas Fetty.

Dewan Pengurus Yayasan Trisakti, Harry Tjan Silalahi, pun turut menyambut positif acara ini. Dalam sambutannya Harry menjelaskan kegiatan ini sangat signifikan. Sebabnya pariwisata telah menjadi salah satu sektor terpenting dan pendukung terbesar pembangunan di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan keputusan strategis Presiden Joko Widodo, yang menyebut pariwisata adalah salah satu sumber pendapatan ekonomi utama di masa depan. Ini akan berdampak pada persiapan sumber daya manusia secara umum dan tentu saja infrastruktur pendukung untuk tujuan wisata pada khususnya, terang Harry.

Harry pun menyampaikan harapannya agar STP Trisakti terus memberikan sumbangsih positif seperti yang telah dilakukan selama 50 tahun eksistensi dari kampus yang dulu bernama Akademi Perhotelan & Kepariwisataan Trisakti itu.

Saya berharap Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dapat memberikan partisipasi dan kontribusinya karena pengalaman dan upaya yang telah dilakukan selama ini, tegas Harry.

Dirinya pun turut berharap forum CATEA dapat meningkatkan kunjungan wisatawan RRT ke ASEAN.

Kami berharap China akan membantu negara-negara di ASEAN untuk meningkatkan partisipasi wisatawan dari China untuk mengunjungi negara-negara ASEAN. Karena liburan adalah bagian dari tujuan kehidupan manusia. Dengan demikian pariwisata tidak hanya dalam hal ekspektasi ekonomi tetapi juga tujuan persahabatan, papar Harry.

Acara CATEA 2019 ini pun disertai dengan pemaparan presentasi peluang dan update pariwisata ASEAN dan China dan global dari berbagai panelis berkelas internasional. Para panelis CATEA 2019 antara lain Zhang Hailin dari Guilin Tourism University, China, Dr. Parinya Nakpathom B. dari Burapha University International College, Thailand, Dr. Robin Yap dari Tourism Management Insitute of Singapore, Dr Gloria Bakenn Siy selaku Pendiri dan Presiden Association of Administrators in Hospitality, Hotel Restaurant Management Educational Institution, Filipina, Prof. Jatna Supriatna dari Universitas Indonesia serta Dr. Sri Mariati dari STP Trisakti. (*Eddy Dwinanto Iskandar)


Author: admin-oke

(Visited 186 times, 4 visits today)