Article

Sharing:

Agrifina Amanda dan Pema Adeline


Sebagai mahasiswi tingkat akhir jurusan S1 Hospitaliti dan Pariwisata, salah satu mata kuliah akhir yang wajib dilaksanakan adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan di Kampoeng Wisata Batik yang letaknya berada di Kota Pekalongan. Kelompok kami ditugaskan untuk membantu mengembangkan daerah Kampoeng Wisata Batik Pesindon.

Sebelum berangkat untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata, kelompok kami menyusun berbagai rencana kegiatan atau program yang akan dilaksanakan di Kampoeng Batik Pesindon. Program yang kami rencanakan diharapkan sesuai dengan tujuan dari KKN, yaitu dapat menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswi untuk menerapkan ilmunya di masyarakat sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat lokal di Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Program tersebut kami bagi menjadi 2 program, yaitu program non-fisik dan program fisik. Program non-fisik yang kami rencanakan antara lain berbagai sosialisasi dan penyuluhan, sedangkan program fisik yang kami rencanakan antara lain adalah kegiatan mural, program penghijauan menggunakan barang bekas dan yang terakhir adalah pengadaan poster kebersihan dan sapta pesona

Program fisik yang paling utama dalam program KKN kami adalah kegiatan mural. Hari pertama pada saat kami pertama kali menginjakkan kaki di Kampoeng Wisata Batik Pesindon, hal yang menjadi perhatian kami adalah tembok yang berada di sebelah kiri dan kanan di gapura utama Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Tembok putih tersebut berhiaskan tulisan-tulisan vandalisme serta mural-mural dengan warna yang telah pudar dan tak lagi menarik untuk dilihat.

Setelah melihat tembok tersebut, hal yang terlintas di benak kelompok kami adalah program kegiatan mural yang telah kami rencanakan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Di satu sisi, terlintas juga di benak kami, mengenai kendala-kendala yang harus kami hadapi kedepannya. Bagaimana caranya kami harus mengecat semua tembok ini? Siapa yang akan membantu kami menghias tembok tersebut? Berapa dana yang harus kami keluarkan untuk menghias tembok tersebut? Mengingat tembok yang harus di cat ulang sangat lebar dan panjang. Semua hal tersebut terlintas di setiap benak anggota tim di kelompok kami.

Tetapi kelompok kami tidak menyerah begitu saja. Pada minggu pertama kedatangan kami, kelompok kami melakukan diskusi bersama Ketua Paguyuban Kampoeng Wisata Batik Pesindon beserta beberapa anggota paguyuban. Kami menjelaskan beberapa program yang akan kami laksanakan di Kampoeng Wisata Batik Pesindon yang di antara lain adalah kegiatan mural atau kegiatan pengecatan ulang dan penghiasan ulang tembok di dekat gapura utama Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Setelah melakukan diskusi dengan tim paguyuban Kampoeng Wisata Batik Pesindon, beberapa hari kemudian kami mendapatkan hasil dari pembicaraan tersebut.

Di hari Sabtu sore yang cerah tepatnya di tanggal 08 April 2017 setelah kegiatan sosialisasi sapta pesona dan pelayanan prima, kami dipertemukan dengan para pemuda-pemuda warga Kampoeng Wisata Batik Pesindon yang sangat bertalenta di bidang mural.

Kelompok kami lalu berkenalan dengan tim yang akan membantu kami melaksanakan program mural yang telah kami rencanakan. Mas Miftachul Huda dan Mas Muhammad Afif atau yang lebih akrab di panggil Mas Huda dan Mas Apip adalah ketua tim dari kegiatan mural ini. Mas Huda dan Mas Apip di bantu oleh tim yang berasal dari masyarakat lokal Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Kelompok kami melakukan diskusi dengan tim mural setempat dengan cara saling bertukar pendapat mengenai ide yang akan kami tuangkan dalam kegiatan mural ini.

Tim mural dari Kampoeng Wisata Batik Pesindon sangat antusias dengan program yang kami rencanakan mengenai penghiasan ulang tembok-tembok di sekitar Kampoeng Batik Pesindon. Setelah melakukan diskusi, maka hasil yang di dapatkan adalah tim mural Kampoeng Batik Pesindon bersedia membantu kami melaksanakan program mural, mereka akan bersedia menyediakan waktu, tenaga serta ide mereka guna menyukseskan program KKN dan meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kampoeng Wisata Batik Pesindon.

Kegiatan mural pertama kali dilaksanakan di hari Senin pagi tanggal 10 April 2017. Pada pagi hari menjelang siang tersebut lukisan pertama dilukiskan, yaitu gambar balon yang berbentuk 3D. Dalam kegiatan ini, cat dan peralatan untuk menunjang kegiatan ini sementara di persiapkan oleh tim mural Kampoeng Wisata Batik Pesindon.

Setelah kegiatan mural di pagi hari, kegiatan tersebut berlanjut dari sore hingga malam hari. Pada sore hari, dua orang anggota tim KKN pergi ke toko bahan bangunan untuk membeli beberapa peralatan untuk kegiatan mural. Cat putih, pigment dengan lima warna dasar, binder dan kuas, kami beli untuk menunjang kegiatan mural. Malam hari itu, kelompok kami melakukan pengecatan ulang di tembok-tembok tersebut dengan cat putih. Bantuan terus berdatangan dari masyarakat lokal terutama kalangan pemuda-pemuda lokal yang membatu kami melakukan pengecatan sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan cepat. Kami sebagai mahasiswi KKN saling bahu-membahu dengan masyarakat lokal dalam melakukan program ini.

Kemudian para seniman lokal yaitu Mas Huda dan Mas Apip mulai menggambar sketsa mereka masing-masing di atas tembok putih menggunakan kapur ataupun cat tipis. Setelah proses penggambar sketsa selesai, maka dilanjutkan dengan pewarnaan sketsa dengan warna yang bervariasi.

Pengerjaan kegiatan mural ini dilaksanakan maksimal lima sampai enam hari dalam seminggu, dimulai dari jam 8 malam sampai tengah malam. Meskipun tim KKN sudah pulang terlebih dahulu, tim mural dan masyarakat sekitar masih mengerjakan mural hingga subuh dini hari. Melihat antusias dari tim mural serta masyarakat lokal Kampoeng Wisata Kampoeng Batik Pesindon, memacu tim KKN STP Trisakti menjadi lebih bersemangat lagi dalam menyelesaikan program ini dan melihat hasil akhir yang baik dari kerjasama tim KKN STP Trisakti dengan masyarakat setempat.

Tim KKN STP Trisakti sempat melakukan interview singkat dengan tim mural, masyarakat sekitar dan pengurus paguyuban Kampoeng Wisata Batik Pesindon mengenai pendapat mereka akan program kegiatan mural yang dilaksanakan oleh tim KKN STP Trisakti. Menurut Mas Rizqi Adi Prakoso selaku salah satu pengurus paguyuban Kampoeng Wisata Batik Pesindon, mereka merasa senang dan cukup antusias melihat partisipasi tim KKN dalam pembuatan mural. Setiap mahasiswi tim KKN STP Trisakti mau turun serta aktif membantu seniman mural dalam setiap proses kegiatan mural.

Mas Syarif Hidayat  dan Mas Achmad Jafar selaku warga setempat, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan mural yang dilaksanakan oleh tim KKN STP Trisakti, dapat mempererat hubungan silahturahmi antara pemuda di sekitar Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Dulunya, para warga sekitar sibuk dengan kegiatan masing-masing, sehingga dengan adanya program ini, para warga sekitar dipertemukan kembali untuk saling membantu dalam kegiatan ini maupun saling bersilahturahmi.

Menurut Mas Huda dan Mas Apip, mereka merasa sangat senang dalam membantu tim KKN STP Trisakti dalam mewujudkan program mural karena hal ini sendiri dapat membantu mengembangkan kampung tempat tinggal mereka sehingga menjadi lebih menarik.

Proses sketsa dan pewarnaan mural masih berlangsung sampai pada saat artikel ini ditulis. Meskipun proses pengerjaan ini belum selesai, tapi kami menemukan beberapa wisatawan yang mampir baik untuk melihat maupun berfoto-foto di depan mural di Kampoeng Wisata Batik Pesindon.

Kami selaku tim KKN STP Trisakti merasa sangat senang dengan partisipasi masyarakat sekitar yang antusias akan program ini. Harapan kami dengan adanya program ini menjadi manfaat yang positif bagi masyarakat di Kampoeng Wisata Batik Pesindon sehingga tujuan utama dari kegiatan KKN ini dapat tercapai.


Author: admin-oke

Leave a Reply

16 − 6 =

(Visited 46 times, 1 visits today)