Article

Sharing:

Java-Bali Overland Tour yang berlangsung selama 10 hari ini, bisa dikatakan sebagai pengalaman overland saya yang pertama kalinya. Namun, bukannya dapat menikmati perjalanan dengan senang, ada saja beban yang menghantui, yaitu guiding di perjalanan. Hal ini juga merupakan pengalaman pertama kali untuk saya yang tak mungkin saya lupakan. Walaupun, terbebani dengan guiding tersebut, tapi banyak hal yang dapat saya pelajari dari overland ini. Dan tentu saja, dengan overland ini banyak pengalaman yang saya alami.

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya dalam overland ini adalah ketika perjalanan ke Bromo. Sudah sejak lama saya ingin sekali mengunjungi Bromo untuk melihat sunrise dan ketika overland inilah hal itu terwujud. Ternyata memang menyanangkan dan indah sunrise di Bromo, dengan suhu yang dingin sekali, dan banyaknya tourist yang berebutan dalam mengabadikan moment tersebut namun hal ini tidak mengurangi keindahan Gunung Bromo. Tour Bromo ini dimulai dengan perjalanan dari hotel kami yang terletak di Kota Malang menuju Gunung Bromo dengan menggunakan mobil jeep. Ketika itu, pada pukul 1 pagi, kami sudah harus meninggalkan hotel untuk berangkat. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. Setelah sampai di Cemoro Lawang (tempat melihat sunrise di Bromo) kami menunggu sampai pukul 5 untuk melihat matahari, dan ternyata pemandangan disana benar-benar indah, dengan sinar matahari yang perlahan muncul dan mulai menerangi keadaan sekitar. Pemandangan waktu itu benar-benar indah dan berkesan untuk saya. Saya selalu menyukai melihat sunrise dan melihatnya di Bromo benar-benar tidak mengecewakan. Setelah puas melihat sunrise, kamipun menuju ke kawah. Dan di kawah ini juga merupakan salah satu pengalaman yang tidak mungkin saya lupakan. Ketika kami sampai, kami disambut dengan pasir yang beterbangan. Lalu, kami menunggangi kuda untuk sampai ke kawah dan menaiki tangga yang tinggi untuk melihat kawah. Benar-benar melelahkan. Dengan pasir yang seperti badai itu, dan letak kawah yang tinggi membuat susah bernapas, belum lagi harus menaiki tangga untuk melihat kawah. Namun, kawah di Gunung Bromo juga mengesankan. Setelah puas melihatnya, saya kembali lagi menuju jeep. Ketika perjalanan kembali ke jeep ini terjadi suatu insiden yang juga tidak mungkin saya lupakan. Saat itu, kuda yang saya tunggangi entah kenapa terkejut dan jatuh. Dampaknya, sayapun ikut terjatuh ke belakang. Untungnya ketika itu, saya tidak mengalami cedera apapun, hanya jatuh dan sejujurnya saya juga terkejut dan bingung ada apa dengan kuda itu. Setelah itu, saya kembali naik keda dan menanyakannya pada pemiliknya. Namun, pemilik kuda itu juga tidak tahu mengapa tiba-tiba kudanya terkejut. Ketika sampai di jeep, teman-teman saya yang melihat kejadian itu bertanya-tanya kepada saya. Padahal, saya juga tidak tahu kenapa. Setelah itu, kamipun pergi meninggalkan Gunung Bromo dan mampir ke suatu tempat makan untuk makan pagi dan membersihkan diri.

Dari 10 hari perjalanan overland ini, pengalaman di Gunung Bromo inilah yang menurut saya merupakan pengalaman yang paling berkesan untuk saya. Mulai dari bangun subuh untuk ke Bromo, dinginnya Gunung Bromo yang dingin sekali dan menusuk, kemudian melihat sunrise yang indah sekali. Lalu, mengalami ‘badai pasir’ yang membuat sekujur tubuh benar-benar kotor sekali, dan mata perih. Setelah itu, diakhiri dengan pengalaman jatuh dari kuda. Selain melihat sunrise, saya juga dapat melihat bintang-bintang yang bertaburan banyak sekali dari Gunung Bromo. Bintang-bintangnya juga benar-benar sangat indah dan memenuhi langit malam ketika itu. Sungguh, pengalaman ini tidak mungkin saya lupakan dalam hidup saya.

Felenda
UPW Diknas 2012
1242050003

Author: admin-oke

Leave a Reply

7 + 3 =

(Visited 115 times, 1 visits today)